Kenapa gemuruh takbir harus berganti dengan letusan petasan,
Kenapa syahdu tilawah harus berganti dengan gelak tawa berlebihan di pinggir jalan,
Kenapa khalwat denganNya harus berganti dengan kemesraan tak halal di pojok2 jalan,
Kemana hilangnya bekas sujud tarawih itu? Kemana hilang lapar haus sedih itu baik di siang maupun malam?
Ucapan maaf pada saat ini lebih banyak karena tradisi,, bukan semata dari hati..
Permohonan maafku lebih tepat ditujukan untukMu, sedang doaku bagi mereka yang masih mau sujud dan bertakbir dengan kesungguhan hati..
Maka ya Allah, ampuni, rahmati, dan berkahi negeriku ini.. :’(