a little poem

Di Hiro Rasulullah menjemput wahyu
Gie menuju Semeru mendengarkan isi kalbu
Tetralogi ditulis Pram di Pulau Buru
Gandhi hanya ‘membisu’ melawan desing peluru

Manusia punya nama dan karya atas dunia
Setelahnya fana mengemuka… meninggalkan lara

Aku, aku bukanlah Gie, Gandhi, Pram apalagi Rasulullah
Aku hanyalah aku yang hanya mampu berbuat seperti yang kutau dan kumampu
Walau kadang merasa malu, karna tak banyak yg dapat dipersembahkan oleh sang Aku
untukmu, negeriku..

*****

Tak hanya Dari Sabang sampai merauke,
dan Dari Miangas sampai Pulau Rote
Aku ingin menyaksikan keagungan dan kedigdayaan Indonesia
Seperti nusantara disatukan majapahit dan sriwijaya
Sebagaimana Washington hingga Obama bersama Amerika

*****

Tentang novaliantika

IPB | Badan Amil Zakat Nasional | a never ending learner | ”khairukum anfa'uhum linnas”
Entri ini ditulis dalam Uncategorized. Buat penanda ke permalink.

3 Respon untuk a little poem

  1. ecky agassi berkata:

    saya menangkap puisi ini adalah puisi tentang kegalauan pengabdian pada negeri, pada tanah air ini.
    semoga kita bisa jadi pemuda yang berguna untuk agama, bangsa, dan negara y, aamiin

    teh tika rajin banget nulis ya, keren tah :D

  2. novaliantika berkata:

    aamiin..
    ky, dah baca yg rausyanfikr?
    ini terlintas setelah nulis itu :D

  3. farahzu berkata:

    owh…
    tapi tetap tidak boleh berhenti. Kita bisa lebih. \(^o^)/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s