Di Hiro Rasulullah menjemput wahyu
Gie menuju Semeru mendengarkan isi kalbu
Tetralogi ditulis Pram di Pulau Buru
Gandhi hanya ‘membisu’ melawan desing peluru
Manusia punya nama dan karya atas dunia
Setelahnya fana mengemuka… meninggalkan lara
Aku, aku bukanlah Gie, Gandhi, Pram apalagi Rasulullah
Aku hanyalah aku yang hanya mampu berbuat seperti yang kutau dan kumampu
Walau kadang merasa malu, karna tak banyak yg dapat dipersembahkan oleh sang Aku
untukmu, negeriku..
*****
Tak hanya Dari Sabang sampai merauke,
dan Dari Miangas sampai Pulau Rote
Aku ingin menyaksikan keagungan dan kedigdayaan Indonesia
Seperti nusantara disatukan majapahit dan sriwijaya
Sebagaimana Washington hingga Obama bersama Amerika
*****
saya menangkap puisi ini adalah puisi tentang kegalauan pengabdian pada negeri, pada tanah air ini.
semoga kita bisa jadi pemuda yang berguna untuk agama, bangsa, dan negara y, aamiin
teh tika rajin banget nulis ya, keren tah
aamiin..
ky, dah baca yg rausyanfikr?
ini terlintas setelah nulis itu
owh…
tapi tetap tidak boleh berhenti. Kita bisa lebih. \(^o^)/