Terhitung 7 maret 2011,, sudah 8 bulan lebih ternyata saya mengabdikan diri pada lembaga zakat ini. Tujuh bulan di marcom (corporate secretary) yang dinamis dan bikin saya jungkir balik dan banyak belajar pastinya.. serta sebulan di fundraising yang pernuh warna dan target.. tapi semua menyenangkan..
Itu hanya tentang takdir, yang membawa sy terjun ke lembaga itu. Berawal dari telepon seorang sahabat, tawarannya, saya yang ragu-ragu karena waktu itu planningnya ingin langsung melanjutkan s2 tahun ini, sampai akhirnya sy terbujuk untuk iseng2 mengirimkan CV, kemudian ditelepon untuk interview, kemudian diinterview, dihubungi lagi untuk interview selanjutnya dengan manajemen BAZNAS, kemudian tiba-tiba sy sudah masuk kerja saja.. rasanya semua terjadi begitu cepat waktu itu..
Hingga kemudian kami berempat dipersatukan dalam sebuah tim task force yang diarahkan untuk berlari cepat saat itu, (cepat belajar, cepat bergerak). Kami berempat adalah orang ‘beruntung’ itu, yaitu saya (ipb), ahmad kamaluddin (ipb), trie setiatmoko (ui), dan farid septian (ui). Saat itu kami masih meraba-raba apa maksud dan tujuan dibalik diterimanya kami berempat di lembaga itu (kami yang berasal dari jurusan yang tidak ada hubungannya dengan zakat atau ekonomi syariah sama sekali), juga dengan sistem rekrutmen yang agak ‘beda’. Kami hanya tau, ada harapan besar pada kami.. Awalnya, saya cukup jiper melihat background rekan-rekan saya, tiko yang mantan presma, atau farid yang juga pernah jd calon presma, kamal pun pernah jadi ketua bem.. sedang saya?hehe.. mungkin saya hanya beruntung karena saat itu yang menginterview jatuh cinta pada saya.. (setidaknya begitu yang mereka bilang,, iya kan k Farah Zubaidillah dan Pak Edy?
) n then, sudahlah jalani saja..begitu pikirku saat itu.
Saya masih ingat pertanyaan itu pada saat orientasi : ‘diantara tiko sama tika, siapa yang suka nulis?’ dan kami hanya saling lirik tanpa ada yang menjawab hingga si ‘ibu’ melanjutkan omongannya bahwa salah satu di antara kami akan ‘diperbantukan’ di corsec. Itulah awal mula aku dipindahkan ke divisi corsec, awalnya ‘diperbantukan’ karena staff humas sebelumnya resign, sampai kemudian ada kebijakan bahwa marcom dipindahkan ke corsec, dan saya diamanahkan di posisi itu.. hem, saya sih oke2 saja pada saat itu.. Namun ternyata itu adalah awal dari ujian yang menguji ketangguhan saya selama beberapa bulan disana.. Beberapa bulan itu cukup membuat saya jungkir balik.. Saya belajar banyak tentang makna idealisme, tentang kesabaran, tentang tetap enjoy bekerja meskipun dibawah tekanan, tentang tuntutan untuk multitasking, tentang mengelola hati dan emosi, tentang harga diri yang sesungguhnya, tentang kejujuran, tentang menentukan sikap, tentang tipe kepemimpinan, dan banyak hal (selain juga saya banyak belajar tentang komunikasi pastinya).. Sungguh beberapa bulan yang penuh pelajaran, tapi membahagiakan.. Hingga kini, saya kembali bersama teman2 lagi di divisi penghimpunan.. Namun tanpa farid yang dipindahkan ke DPP (hey farid, smoga Allah selalu memberikan kekuatan padamu ya..sungguh dahsyat amanahmu sekarang
)
Begitulah, waktu berjalan dan peristiwa demi peristiwa telah kami lewati, pastinya ada banyak pelajaran yang bisa diambil.. tentang sebuah sistem, tentang hal-hal yang perlu diperbaiki, pelajaran tentang tipe kepemimpinan, tentang idealisme, tentang perjuangan, tentang target, tentang mengelola hati, tentang pilihan sikap. Banyak hal.. dan semoga dibalik jungkir balik perjuangan kita di sini, Allah slalu memberkahi langkah-langkah kita, memberikan kekuatan atas apa-apa yang sedang kita perjuangkan, hingga kita tak pernah kehilangan idealisme kita, namun dapat semakin cerdas dan dewasa dalam menghadapi ‘dunia yg sesungguhnya’ ini.. Pastinya Dia memiliki tujuan serta rencana-Nya hingga menitipkan kita semua di lembaga ini.. yang mungkin tak pernah kita tau hingga kini..
Selamat berjuang kawan, tetap semangat
*published at fb on 20 november
http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150372572397217