1704_curhat

Hari ini milad.. tp sy ga bs hadir karena harus bertugas.. maka saya pun menghibur diri dengan yakin bahwa saya sedang bekerja u/ membangun negeri.. hehe, sebenarnya hati sangat ingin berada disana.. rindu dengan suasana seperti itu.. merasakan hiruk pikuknya.. merasakan semangat yang begitu menggelora saat ustad2 itu menyampaikan taujih dan orasinya.. bernyanyi dan berjingkrak mengikuti alunan nasyid shohar dan izis.. merasakan takjub melihat lautan manusia dengan ciri khasnya yang sering membuatku kagum, merasakan suasana yang membuatku merasakan cinta yang begitu besar terhadap negeri ini.. dan suasana yang membuat hatiku semakin mantap untuk berada di jalan ini..

Dan tiba-tiba..aku berpikir tentang jama’ah ini..

Ditengah berita2 miring dan berbagai ujian yang dating kepada hizb dan jama’ah.. disatu sisi, sebenarnya ada banyak kebingungan menerpa hati dan otak saya.. bahwa saya juga kadang tidak mengerti bahasa politik disana.. merasa bahwa menjadi oposisi lebih baik daripada koalisi.. cukuplah kita menjadi oposan kemunkaran dan korupsi, tidak perlu jadi koalisi substitusi.. betapa saya merasa seringkali banyak system yang perlu diperbaiki di tubuh jama’ah ini.. betapa seringkali saya kurang sepakat dengan berbagai keputusan yang saya tidak tau alasannya apa.. tapi semoga saya mengambil keputusan yang benar dengan tidak banyak ‘berteriak’ meskipun merasakan hal-hal di atas.. semoga saya mengambil keputusan yang benar ketika saya memilih bertanya kepada yang berwenang ketika saya bingung knapa begini-kenapa begitunya.. dan semoga saya mengambil keputusan yang benar ketika memilih ingin memperbaiki dari dalam dan melalui jama’ah, bukan dengan kecewa apalagi keluar dari jama’ah ini..

Di sisi lain, saya menjadi semakin yakin dengan pilihan ini.. saya semakin sadar bahwa saya memilih jalan ini bukan karena berharap mereka tidak pernah salah, tetapi saya yakin mereka selalu berusaha benar, meski pedang itu bisa saja mengiris hati karena kebodohan, fitnah dunia, perempuan dan futur dalam iman.

Saya sudah terlanjur jatuh cinta..pada keikhlasan-keikhlasan itu, air mata-air mata itu, pada mereka yang selalu bersabar pada kesulitan dan kemiskinan hidup mereka, pada mereka yang bersyukur dan zuhud pada kegemilangan harta mereka. Saya tak bisa lari dari mereka, saya senang menangis bersama mereka, berjuang bersama mereka, menerima do’a-do’a rahasia mereka dan kenikmatan ukhuwah melalui kejutan-kejutan kecil dalam kebaikan tak berpamrih dari mereka.

saya sepakat bahwa senayan memang harus di’cuci’ perlahan. Bahwa setiap perjuangan tidak bisa instan.. bahwa kita harus hadapi semua ini bersama.. bahwa kita harus perbaiki perlahan semua yang salah..

dan di tengah doa yang kupanjatkan pada Nya.. hatiku berazam bahwa aku akan bertahan pada jalan ini karena Allah.. sampai Kau maafkan kami atas kelalaian dan kebodohan kami.. sampai perut-perut lapar negeri ini menjadi penuh karena kebaikan dakwah..

kutitipkan doa dan azam ini padamu ya Allah dengan Bismillah, Istighfar dan Hamdallah. Dan memohon agar kau matikan kami dalam kondisi terbaik di hadapanmu. Dan Kau Jadikan kami rendah dihadapan diri kami sendiri. Tengah-tengah dihadapan manusia. Tetapi Kau jadikan kami tinggi di hadapanMu..

Jakarta, 17 April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s