gemerlap jakarta

-senin, 22 ramadhan 1432h-

hari itu buka puasa divisi (corsec) at d’cost thamrin.. hari itu juga aku tidak berpuasa krn batal pada sore harinya.. -sedih sangat rasanya,,disaat diri sedang semangat ingin itikaf😥

dijam hpku menunjukan jam 19.35 ketika kuhendak pulang dari toko buku (untung lagi gak sholat, alhamdulillah sempet ke toko buku meskipun gak jadi beli buku😀 )..
saat itu, disaat di tempat lain orang2 sedang khusyuk menjalankan tarawih dan itikafnya -berlomba memanfaatkan sisa ramadhan,, disini -thamrin city- kulihat ramai orang berlalu lalang.. entah berbelanja, makan, atau sekedar jalan-jalan.. ah,otakku kembali berpikir.. kalo aku jadi mereka, aku tak akan menyia2kan malamku.. bukan karena aku tidak terlalu suka ke mall,, tapi sayang sekali rasanya setiap detik berharga ramadhan itu jika harus dihabiskan disini disaat yg lain sedang berlomba..

bersama mb.endang, aku pulang naik bus way aka trans jakarta (hey,, this is my first time pulang naek trans jakarta sendirian lohh).. malam itu pula aku menikmati malam kota jakarta dari jendelanya.. dan ketika berhenti di halte BI, akupun tiba2 ingin berhenti di atas jembatan BI..

dan, sungguh aku menyaksikan pemandangan ibukota dengan begitu dekat.. sendiri membuat otak dan rasaku lebih tajam untuk mencerna apa yang ada disekelilingku.. mobil berlalu lalang, gedung-gedung bertingkat dengan gemerlap lampunya,, ‘hidup’ sekali kota ini..

beberapa menit menikmati malam disini,
mataku kutujukan ke langit..
namun yang kucari tak ada..
gemerlap bintang disini telah berganti gemerlap lampu kota dan gedung-gedung
satu lagi alasan aku tak ingin tinggal disini,
-jika boleh memilih-
*tapi entah mengapa sepertinya aku berjodoh dengan kota ini

dan kemudian..
aku menundukkan hati sejenak di tengah gemerlap dunia.. semu.. semua terasa semu.. hampir hampa,, betapa tawa bahagia serta kebersamaan yang dirasa kusadari begitu sementara.. Betapa sepi tetap bisa terasa meski dalam keramaian,, betapa semuanya dapat hilang begitu saja dalam sekejap jika Ia ingin.. seketika renungan ini menyentuh bagian terdalam kalbuku..

Allah,,ajarkan kami menghidupkan hati dimanapun kami berada,, agar dapat mengingatmu selalu,, entah di kantor, di jalan, di stasiun, diantara gemerlap duniawi maupun dlm kemudahan.. sebagaimana kami mengingatmu di masjid, di majlis, dalam sujud, diantara keterbatasan maupun dlm kesulitan..

Seraya belajar untuk menciptakan keshalehan sosial seiring dengan keshalehan pribadi..(meskipun harus dengan merangkak),, juga mencoba menjalankan bahasa amal yang paling nyata; berbuat serta bermanfaat..

Ditengah doa kami; Ya Allah, selamatkan kami dari segala fatamorgana dunia.. Ya Allah, jauhkanlah kami ini dari hidup yang sia-sia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s