qurban, smoga tiap tetes darahnya menggugurkan dosa..

“Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan qurbanmu, karena sesungguhnya Allah mengampunimu atas setiap dosa yang dilakukan dari awal tetesan darah qurban, dan katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadah (qurban) ku, hidupku dan matiku lillahi rabbil ‘alamiin, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang paling awal berserah diri” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Dalam kajian senin lalu di BAZNAS, ustad Didin sedikit mengulas tentang qurban.. berikut ringkasan beserta tambahannya dari berbagai sumber.. cekidot..🙂

Makna, hukum dan keutamaan berqurban:

Secara tata bahasa, qurban artinya dekat. Secara makna, berqurban berarti mendekatkan diri.. kepada Allah, juga kepada manusia.. Hablumminallah sekaligus hablumminannas.. Hukum qurban menurut Ulama yaitu sunnah muakad, sedangkan menurut mazhab hanafi, berqurban hukumnya wajib. Kalo berdasarkan ayat serta haditsnya, mari kita lihat;

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS Al-Kautsaar: 2)

“Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

So, bagi setiap muslim yang mampu, berqurban sangat dianjurkan untuk dilakukan. Jika sesorang tsb mampu namun tidak menunaikannya, maka ia berdosa menurut mazhab hanafi, sedangkan menurut jumhur ulama, ia tidak berdosa namun tidak mendapat keutamaan pahala sunnah. Hal ini dikarenakan qurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah pada saat hari raya idul adha.. berdasarkan hadits sbb:

“Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban” (HR. Tirmidzi)

subhanallah, ia bukan hanya ibadah yang paling dicintai pada hari itu, tapi juga dapat menggugurkan dosa, serta emperbaiki jiwa.. Mau??😀

Fiqh Qurban:
Hewan yang dapat diqurbankan yaitu unta, sapi, kambing dan domba. Unta dan sapi untuk 7 orang, sedang kambing dan domba masing2 untuk satu orang. Selain itu, ada pula aturan umur, yaitu: unta sudah berumur 5 tahun, sapi umur dua tahun dan kambing umur 1 tahun, sedangkan domba dari 6 bulan sampai 1 tahun. Dan terkait syarat hewan yang akan dikurbankan yaitu yang terbaik serta tidak cacat. Rasulullah menyatakan:
Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban: 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim)

 

Tidak ada aturan terkait harga hewan qurban, maupun berapa kg sebaiknya hewan yang diqurbankan tsb. Namun lebih baik jika mengikuti Rasulullah, yaitu membeli hewan qurban seharga 1 dinnar. Hal ini dikarenakan pada zaman Rasulullah harga satu ekor kambing yaitu sebesar 1 dinar, berdasarkan hadits sbb:

”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debu pun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Setelah disembelih, orang yang berqurban diperbolehkan memakan sebagian daging qurban, sebagaimana ayat qauli mengatakan:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi`ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS Al-Hajj 36).

“Jika di antara kalian berqurban, maka makanlah sebagian qurbannya” (HR Ahmad).

Bahkan dalam hal pembagian disunnahkan dibagi tiga. Sepertiga untuk dimakan dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk tetangga dan teman, sepertiga yang lainnya untuk fakir miskin dan orang yang minta-minta. Seperti yang dikatakan Rasulullah dalam hadits berikut:

“Sepertiga untuk memberi makan keluarganya, sepertiga untuk para tetangga yang fakir miskin dan sepertiga untuk disedekahkan kepada yang meminta-minta” (HR Abu Musa Al-Asfahani).

*****

Subhanallah, begitulah perniagaan dengan Allah.. menarik hati bukan? Mari azamkan diri untuk berqurban.. selagi Allah memberikan kesempatan dan kecukupan..🙂

Sesungguhnya Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): “Siapa yang memerangi kekasih-Ku, niscaya aku telah umumkan perang padanya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku (taqarrub) dengan sesuatu yang paling Aku cintai, dengan sesuatu yang aku wajibkan. Dan jika hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang sunnah, maka Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya dimana ia mendengar, menjadi penglihatannya dimana ia melihat, tangannya dimana ia memukul dan kakinya, dimana ia berjalan. Jika ia meminta, niscaya Aku beri dan jika ia minta perlindungan, maka Aku lindungi” (HR Bukhari).

 

Sumber hadits: www.dakwatuna.com (Fiqh Qurban)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s