nasehat itu, ekspresi cinta..

Saya baru saja hendak menonaktifkan fb (menonaktifkan, dengan alasan sudah hampir sebulan jarang buka fb, jarang ngepost sesuatu, dan lagi males fb-an aja.. :p), hingga saya menemukan facebook timeline.. Dan, seperti menemukan mainan baru, sy merasa facebook timeline itu menarik,, Siang ini saya kembali melihat ‘sejarah’ status2 yg saya tulis tahun lalu bahkan dari awal sy bergabung di facebook.. Dan ternyata, mencetak sejarah itu tidak sulit, kau hanya tinggal menuliskan sesuatu yang patut untuk dibaca, yang klo kata Benjamin Franklin, “Jika tidak ingin dilupakan orang setelah meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam sebuah tulisan”

September 2010, pernah pada suatu masa.. ditengah kondisi organisasi kami yang aneh menurut saya. Kami-mereka adalah sang pencinta, yang memiliki visi yang sama,, saya yakin cinta kami-mereka terhadap organisasi itu sama besarnya,, tapi entah mengapa ungkapan cinta kami-mereka seringkali tak sampai dengan tepat, dimana komunikasi terjadi tak efektif yang menyebabkan prasangka mereka lebih dominan daripada fakta.. bahkan ada yang ‘saling’ merasa tersakiti satu sama lain karena cinta mereka masing2..  Lucu, dan posisi saya saat itu membuat saya menjadi pusing dan tak habis pikir.. Hingga saat itu saya menulis status begini; “karena tak ada lagi diantara kami yg sebaik musa atau sejahat fir’aun,, maka izinkan kami belajar kesantunan, qaulan layyinan,, agar saudara yg kami cintai tidak sakit hati atau hilang harga diri saat kami menyampaikan cinta dalam nasehat,, juga karuniakan pd kami kepekaan, agar saudara kami tak perlu berteriak saat menyampaikan cinta dalam nasehatnya,,”

Seni mengekspresikan cinta lewat nasehat,, adalah hal yang harus terus menerus dilatih dan dipelajari. Bukan hal yang mudah ternyata. Kalo kata Allah, kewajiban kita terhadap sesama muslim itu salah satunya dalam hal ini; “tawashau bil haq, tawashau bishobr, tawashau bil marhamah”. Sebagai seorang muslim, begitulah kita selayaknya, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran, dan dengan kasih sayang.. Poin ketiga yang ingin saya garis bawahi disini, bahwa dalam menasehati pun ada seninya,, karena tidak semua orang pandai dalam hal ini.. Maka itu adalah sesuatu yang harus terus dilatih dan diupayakan.. tawashau bil marhamah..

“Nasehat adalah ekspresi cinta”, kenapa saya bilang begitu? karena bukankah memang demikian? Bahwa setiap nasehat yang kita lontarkan adalah wujud cinta kita, adalah karena kita memperhatikannya, adalah karena kita ingin saudara kita itu bertumbuh menjadi lebih baik, adalah karena kita peduli terhadapnya, adalah karena kita juga ingin diperlakukan demikian, ditegur ketika salah, diingatkan ketika alfa, dinasehati demi kebaikan dan perbaikan.. Sebaliknya, saya juga heran ketika melihat ada orang-orang yang mengaku bersaudara, bersahabat,, mereka lekat dalam kebersamaan.. tapi tak ada peringatan ketika saudaranya alfa dan salah, saling tak berani, merasa nggak enak, atau justru tak peduli (entahlah), tak ada nasehat, tak ada upaya untuk membuat saudaranya lebih baik, untuk hidupnya dan bagi Rabbnya.. tak ada,, Lalu, bolehkah jika saya bilang jika demikian maka tak ada cinta diantara mereka?

Maka, marilah saling menasehati.. tak perlu takut tak perlu ragu, meski kadang beresiko.. Seperti yang saya ceritakan di awal, tidak jarang karena komunikasi kita yang tidak baik, atau karena cara kita yang kurang tepat, pesan cinta berupa nasehat itu tak pernah sampai dengan tepat, bagai anak panah yang justru dapat menyakiti saudara yang kita cintai itu.. maka, sebagaimana kemampuan mencintai, kemampuan mengekspresikan cinta lewat nasehat pun harus terus dilatih, dipelajari, diupayakan agar terus berkembang.. Tentunya dengan cara yang berbeda di setiap orang, karena memang berbeda pula sifat dan karakternya..

Maka, untuk siapapun yang membaca ini.. Mohon maaf setulus2nya bagi yang pernah merasa tersakiti atas apapun yg saya sampaikan, semoga dapat dipahami bahwa itu adalah semata ekspresi cinta yang kurang tepat.. Dan, tolong terus ingatkan saya, nasehati saya.. Mari kita saling bertumbuh menggapai syurga.. Selamat belajar mencintai..🙂

3 thoughts on “nasehat itu, ekspresi cinta..

  1. Sedang tertarik dengan ini :
    “Jika tidak ingin dilupakan orang setelah meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam sebuah tulisan” .
    Maka, tulisan itu memang harus mencerminkan penulisnya, not only a theory, but something that has been practiced by the writer.
    jika tidak, it’s nothing. dan mending tidak menulis.
    (sedang ingin berkomentar tentang hal satu ini.🙂 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s