pelajaran (lagi)..

ini tentang sebuah kejadian pada 270212..

Berikut twit edisi shock sy, shared on 27 feb:

#1 Yaa muqalibal qulub, tsabit qalbi ‘ala dinik.. wa’ala tho’atik.. teguhkanlah kami, jagalah kami, istiqomahkan kami..

#2 Semoga tidak ada judging apalagi penghakiman, semoga pula tak sedikitpun terbersit bahwa kita lebih baik.. Sungguh, kita belum tentu lebih baik.. dan tak ada yang tau akan takdirNya kelak..

#3 Istiqomah itu sulit kawan, setiap orang bisa saja terjatuh di batas ketangguhannya.. termasuk kita kan?

#4 Kecewa wajar rasanya, karena kecewa juga tanda cinta.. tapi semoga kekecewaannya tidak mengurangi kecintaannya..

#5 Justru, bukankah seharusnya kita bertanya pada diri; apa kabar dengan ukhuwah, apa kabar dengan kewajiban menjaga saudaranya?,, Tunaikan hak-haknya sebagai saudara..

#6 Terakhir, istighfar banyak-banyak,, atas segala bersitan prasangka, atas kelalaian menjaga saudara, dan atas aib diri yang masih dijagaNya.. *sekian*

***

Wajar rasanya jika timbul rasa kecewa, karena kecewa juga tanda cinta.. Sebabnya, bisa jadi kecintaan kita yang terlalu besar, atau juga karena ekspektasi kita yang terlalu tinggi,, Dan besarnya kekecewaan akan berkorelasi positif dengan kedua hal ini; kecintaan dan ekspektasi..

Padahal, setiap orang (termasuk diri kita) bisa saja terjatuh di batas ketangguhannya.. disaat ia bertahan dengan sangat kuat lalu kemudian akhirnya ia tak sanggup kemudian terjatuh.. Setiap orang diuji di titik terlemahnya, digoda terus menerus pada titik kelemahannya.. dan itu berbeda satu sama lain.. Maka, karena istiqomah itu sulit,, mari terus berdoa, berdoa, dan berdoa.. Yaa muqalibal qulub, tsabit qalbi ‘ala dinik, wa’ala tho’atik..

Dan dari sini saya merasa,, penghakiman manusia kadang begitu ‘kejam’.. (lihatlah komen2 teman-temannya).. hingga dia yang terjatuh itu menjadi semakin terpuruk.. Seringkali ekspektasi kita terlalu tinggi, hingga orang-orang yang terbiasa disematkan image baik padanya seakan tak boleh salah, tak boleh lalai, tak boleh terjatuh.. Lagi-lagi; ekspektasi yang terlalu tinggi..

Tersadar bahwa kami adalah saudara-saudara terdekatnya,, Maka menerima beliau dengan apa adanya menjadi pilihan kami,, toh kita tidak tau fakta yang sesungguhnya dan alasan dibaliknya,, Yang bisa kami lakukan hanyalah; membantu jika ada yang harus disembuhkan,, menolong jika ada image yang harus dipulihkan.. Meski kami tak membenarkan pilihannya itu.. Biarlah yang benar tetap benar adanya, dan yang salah dibenahi semampunya..

Bangkitlah kawan.. kami bersamamu..🙂

2 thoughts on “pelajaran (lagi)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s