mengimaji kembali kisah uhud

“ketahuilah, bahwa syurga ada di bawah bayang-bayang kelebatan pedang-pedang itu”
(Rasulullah, dalam Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro)

mari kembali mengimaji.. atas lembah Uhud yang menjadi saksi..

saat sebelum pertempuran Rasulullah memberi komando;
“Hujanilah pasukan berkuda musuh yang hendak menyerang kami dengan panah-panah kalian! Jangan biarkan mereka menyerbu kami dari belakang. Bagaimanapun gencarnya serangan, bertahanlah dan jangan tinggalkan tempat ini. Jika kalian melihat di antara kita merampas harta musuh, jangan coba-coba ikutan. Jika kalian melihat kami terbunuh, jangan berusaha untuk memberikan pertolongan.” (Rasulullah, dlm mlph – tasaro)

saat ketika kemenangan sudah hampir digenggam lalu pasukan meninggalkan posisinya demi merebut rampasan perang..

saat seorang Anas putra Nadhr berlari dengan sangat kencangnya dengan pedang berkelebat, menghambur menuju kematian karena mencium bau syurga di hadapannya..

saat Ummu Sulaim menamengi Rasulullah dengan pedang dan anak panahnya, dengan keperkasaan dibalik kelembutan seorang wanita..

saat Nusaibah, sang perisai Rasulullah yang sudah tidak merasai sakit dan pakaian yang terkoyak dipenuhi darah demi melindungi sang manusia mulia,, hingga Rasulullah meminta Ibrahim membalut luka ibunya itu, serta mendoa agar anak dan ibu itu menjadi sahabat beliau di syurga.. “menjadi sahabat Kekasih Allah di syurga, lalu apa pentingnya semua kesakitan di dunia?”

saat Ali, Abu bakar, Zubair, Thalhah dan beberapa sahabat kemudian mundur teratur ke tempat dimana Rasulullah terkapar, demi memastikn sang manusia mulia itu baik-baik saja..

saat Rasulullah memandangi mereka satu per satu demi meyakinkan pasukannya bahwa beliau baik2 saja, meski giginya tercerabut dengan tangan yg penuh darah membasahi tanah..

saat Ibn Qami’ah, sang Quraisy itu hendak membunuh Rasulullah dengan pedangnya yang akhirnya mengenai pelipisnya hingga menghantam kepala beliau dengan amat keras, hingga beliau pun roboh dan dikira telah mati..

saat sang Thalhah begitu senang saat jemarinya putus demi melindungi Rasulullah dari pedang Ibn Qami’ah..

saat Nusaibah yang mengira Rasulullah telah mati tiba-tiba ingin menemani beliau,, maka dengan penuh semangat Nusaibah pun menghamburi musuh menjemput syahid..

..dan Uhud pun berakhir dengan kekalahan kaum muslimin.. namun menyimpan sejuta pelajaran yang amat berharga..

*ah, meski berkali, membaca shirahmu tak pernah memunculkan bosan.. bahkan selalu berujung syahdu..

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran
Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau rasul mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al Quran
Rasulullah kami ummatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamalsunnah mu
Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela
(lirik lagu hijjaz, Rasulullah)

“Ya Rasul, lumpuh aku karena rindu..” (tasaro – mlph)

2 thoughts on “mengimaji kembali kisah uhud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s