-dunia kereta-

Aku hanyalah satu dari sekian -ratus-ribu-juta- orang yang kebetulan kesehariannya mengalami suatu dunia,, -dunia kereta-

Ini sekedar catatan dari kejadian di pagi hari ini..

Pagi tadi, seperti biasa aku berangkat jam 6.45 dari rumah.. waktu yang sangat cukup untuk menuju kantorku di bilangan kebon sirih. Perjalanan ke stasiun kutempuh paling lama 15 menit, dan perjalanan di kereta dari stasiun pondok ranji ke stasiun tanah abang sekitar 20 menit,, kemudian 15 menit lg dari tanah abang ke kantor,, Sebelum jam 8 seharusnya aku sudah sampai kantor.. tapi –seperti seringkali terjadi- hari ini agak berbeda..

Ah, begitu kagetnya aku ketika sampai di stasiun, kutemui penumpang yang menunggu nampak begitu buanyakk.. jauh lebih banyak dari biasanya. Suasana begitu riuh, aku bahkan tak sempat menanyakan ke petugas apa yang menyebabkan suasana menjadi begitu ramai dan penumpang menjadi menumpuk. Yang aku dengar, salah satunya dikarenakan kereta rangkasjaya mulai hari ini tak berhenti di stasiun pondok ranji. Baru dari internet kudapatkan info; “Akibat membuat peraturan seenaknya, CL 05.45 baru datang jam 06.00 di Sudimara, langsung diserbu penumpang dari tiga kereta karena dua KRD Rangkas-Kota tidak berhenti di Sudimara,” kata moderator milis komunitas pengguna kereta Jabodetabek KRL Mania, Nurcahyo.

Tanpa ambil pusing, aku pun segera mengambil posisi menunggu kereta, di tempat biasa, di ujung depan tempat pintu gerbong wanita. Kereta commuterline pun kemudian datang, ah tapi dari speaker kudengar petugas mengingatkan bahwa kereta yang akan datang sudah padat. Dan kereta pun berhenti di depan kami,, kudengar riuh suara ‘yaahh’ dan ‘huuu’ ketika semua pintu terbuka.. betul saja.. kereta sudah sangat penuhnya, hanya 1 sampai 2 orang saja yang akhirnya bisa masuk dari masing-masing pintu..dengan memaksakan diri tentunya.. Akupun tak ikut memaksakan diri untuk masuk dan mundur teratur menunggu kereta selanjutnya datang..

Satu hal yang menarik di -dunia kereta- ini, perasaan senasib bagi para penumpang yang sama-sama ‘terlantar’ ini menjadikan kami lebih mudah untuk dekat, tak hanya dekat secara fisik (berdiri samping-sampingan dengan jarak sangat dekat), tapi juga dengan asyiknya mengobrol tanpa harus berkenalan lebih dulu, tanpa tau nama kami siapa, tinggal dimana, dll. Obrolan asik itu biasanya tidak jauh dari sebab gangguan kereta, keluhan terhadap PT. KAI, hingga curhatan-curhatan kecil seorang ‘anker’..

Setengah jam berikutnya kereta commuterline kedua pun datang, dan kejadiannya ternyata tak jauh berbeda dari kereta yang pertama, bedanya hanya penumpang sudah jauh lebih banyak dari sebelumnya, makin riuhlah suasana di stasiun ini. Kondisi tambah riuh ketika beberapa  kali pintu berusaha menutup namun tak bisa karena penumpang terlalu penuh hingga posisinya melebihi pintu. Keriuhan makin menjadi saat di ujung belakang kereta ternyata ada seorang ibu yang terjepit pintu lalu kemudian pingsan. Saya pun kembali menjadi pengamat yang baik; dari ujung belakang saya liat orang-orang mengangkat tangannya bersilang sembari berteriak, memberi aba bagi petugas di depan untuk membuka kembali pintunya, ada pula orang yang berlari dari ujung belakang ke ujung depan hanya untuk memberi tahu petugas bahwa ada ibu yang terjepit di pintu bagian belakang. Kereta yang sudah tertutup dan hampir berjalan pun terpaksa membuka pintunya kembali. *pfuiihh..

Dan saya pun baru dapat naik kereta pada pukul 08.15 (yang artinya sudah lebih dari satu jam saya berdiri menunggu, pantes kaki juga mulai pegel ya..:p). Akhirnya saya bisa masuk dengan sedikit paksaan dan penuh perjuangan tentunya. Setelah di dalam, kami yang berhasil masuk pun segera saling tertawa lega, berbincang kemudian di dalam kereta. Ya, kami yang tak saling kenal ini bisa dekat dengan sendirinya di -dunia kereta-.

Terlepas dari seringnya unpredictable moment yang membuat penumpang kereta mengeluh hingga terlantar, -dunia kereta- buatku menyenangkan. Satu hal yang paling aku suka dari kereta adalah ‘anti macet’. Yap, betul sekali ini; naik kereta lalu melihat jalanan macet, rasanya seperti kemenangan keum proletar atas kaum kaya’ :p Aku suka mengamati orang-orang yang beragam di -dunia kereta- ini, sesekali menatapi wajah-wajah mereka yang begitu beraneka; cerah, judes, lelah, datar, ramah, manyun, dsb.. Juga mengamati aktivitas-aktivitas mereka dalam kereta; bengong, berpikir tentang sesuatu, sms-an, bbm-an, mainan hp, baca buku, memakai headset sambil manggut2 (baca: denger musik), atau sekedar menatapi awan dan jalanan. Ya, semua itu menyenangkan buatku..

Kawan, jika kau naik kereta, pintaku; tetaplah membawa aura positif, hindari mengeluh sebisa mungkin. Sedikit lenguhmu disini akan amat terdengar, dan itu akan langsung membawa aura negatif. keep positive yaa..^^

4 thoughts on “-dunia kereta-

  1. I likeee this one :
    “naik kereta lalu melihat jalanan macet, rasanya seperti kemenangan kaum proletar atas kaum kaya.”

    coba ya, semua pake transportasi umum. kayaknya gak bakalan macet tuh Jakarta-nya Mbak Tika. hahah

  2. ahaha, paling seneng naek kereta itu emang denger obrolan orang-orangnya itu, belajar kehidupan banget😀

  3. eye: iya banget,,sebenernya orang2 mau aja naik angkutan umum, asal ‘layak’.. untuk poin kereta, kereta kita masih belum bisa menampung penumpang dgn layak, msh krg banyak.. ya, didoain aja smg segera ada monorail atau subway ya..^^
    iman: hehe,,mau..belinya diman ya man?
    fiya: betuull..^^ tapi kalo di commuterline pas jam-jam kerja udah jarang yg pd ngobrol fi.. biasanya pada autis sendiri..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s