rutinan senin sore

bahagia itu sederhana memang, sesederhana menikmati aktifitas rutinan berolahraga, juga sesederhana menemukan partner yang sama2 suka olahraga di jakarta (setelah mengajak beberapa orang namun tak berhasil).. yap, ini hanya tentang rutinan kami, kami yang berkomitmen untuk hidup sehat meski dengan merutinkan hal sederhana; olahraga di monas setiap senin sore. kami adalah saya dan mbak endang; sang mba cantik lulusan s2 itb yang cumlaude dan masih single.. :p

biasanya jam 5 kurang kami sudah bergegas ganti baju dan menemui fingerprint di jam 5 tenggo, kemudian jalan dari kantor di jalan kebon sirih lalu belok kanan ke jalan haji agus salim, terus nyebrang ke pintu monas dan masuk ke jalan silang merdeka barat daya. sepanjang perjalanan kita biasa berbincang banyak. dan si mba yang nyambung dan pinter ini sungguh partner yang menyenangkan buat diajak ngobrol apapun.πŸ˜€

suatu kali, kita pernah berbincang tentang aktifitas membaca kami yang sama-sama menurun. saya merasa aktifitas membaca saya menurun sejak bekerja, begitu pula mba endang pasca lulus dari itb lalu bekerja (kembali). setelah kita analisis, gejalanya hampir sama,, kami masih sangat semangat untuk banyak membaca, namun waktu membaca kami hanya ‘waktu sisa’, bukan waktu khusus yang sengaja diluangkan untuk membaca. karena ‘waktu sisa’ dan aktifitas kerja yang padat (padahal cuma duduk sama jalan2 keliling perusahaan ya), maka otak kami mungkin sudah lelah hingga waktu membaca kami jadi tak sebanyak dahulu. ini kami akui karena beberapa kali buku yang dengan semangatnya kami beli belum juga habis kami baca meski kami sudah ingin baca buku yang lain.πŸ˜€

eh, kembali ke aktifitas rutinan senin sore tadi, biasanya sesampainya di sana kami langsung menuju tempat penyewan sepeda. selain untuk menyewa sepeda, kami juga menitipkan tas kami di sana biar gak ribet pas lari. n then, kami pemanasan sedikit, lalu saya naik sepeda terlebih dahulu dan mba endang lari terlebih dahulu. yap, saya sangat suka menikmati angin sore saat naik sepeda, sambil sesekali memandangi awan dan sekeliling, mengamati gedung-gedung sekitar ring 1 ibukota ini sampai hampir hapal urutan gedung-gedungnya; museum nasional, MK, istana negara, MA, istiqlal, pertamina, stasiun gambir, BUMN, indosat.. kira-kira begitu urutan gedungnya kalo saya mengitari monas searah jarum jam dari tempat kedatangan. segaaaarrrr sekali rasanya..πŸ˜€

setelah dua putaran, kami pun bergantian.. saya lari kemudian mba endang naik sepeda.. sebelumnya, saya memilih lari di lingkar monas dengan diameter terkecil, ya sebut saja paling pinggir kanan.. tapi kemudian saya memilih berlari di tengah, mengikuti jalur putih.. dan ternyata, jarak yang kami tempuh setiap putarannya adalah 1,7 km. lumayan ternyata.. biasanya sih saya mengitari 2 putaran monas sambil berlari, meski lebih banyak jalannya mungkin..πŸ˜€

sesekali, selesai lari kami ke batu refleksi untuk berjalan-jalan sambil refleksi. katanya, kalau jalan di sana lalu kaki kita sakit di bagian tertentu, berarti ada bagian tertentu di tubuh kita yang lagi gak beres. haha, saya baru dua kali menelusuri batu refleksi itu, kali pertama di bulan maret dan terasa sangat sakit dan hampir gak kuat jalan sampai track selesai.. kali kedua di bulan mei ini dan ternyata sudah tidak terlalu sakit.. berarti badan saya sehat-sehat ya (semoga),, dan saya menang balapan sama mba endang.. *horeeee*πŸ˜€ Di akhir track, gak jauh dari sana ada ayunan dan saya pun main ayunan di sana (bukan berarti masa kecil kurang bahagia ya! :p)

satu hal yang kami perhatikan di sana, monas itu sebenernya indah jika dinikmati. dan beruntung jakarta masih punya monas, taman kota yang cantik sekaligus tempat wisata dan olahraga gratis bagi warganya. taman kota dalam mindset saya, seharusnya digunakan warga kota tersebut untuk berekreasi, berolahraga, atau sekedar duduk bersantai melepas lelah, sekedar jalan-jalan, atau hanya membaca dan menikmati sekitar.. tapi kalau saya perhatikan, yang datang ke sini lebih banyak wisatawan luar kota serta warga kelompok menengah ke bawah, dan lebih banyak lagi muda-mudi yang pacaran.. (yang terakhir bener-bener membuat pemandangan jadi gak indah deh). dan kami pun jadi ngeh, ya memang yang bekerja di jakarta justru lebih banyak kaum urban ya, yang memilih tidak tinggal di jakarta, tapi di daerah sekitarnya; tangerang, bogor, depok, bekasi, dll..

sekian.. sekedar catatan memang.. begitulah aktifitas kami setiap senin, meski kadang satu dan lain hal membuat kami tidak istiqomah melakukan ini, setidaknya kami selalu berupaya untuk istiqomah dan menghindari excuse yang gak urgent-urgent banget. dan, kegiatan ini sungguh menyenangkan buat saya.. mungkin emang dasarnya saya suka aktifitas outdoor yang bergerak kaya gin kali ya.. karena meski di kantor setiap jumat sore kami senam, saya tetap lebih suka olahraga yang outdoor kaya gini.. segar dan menyenangkan.. yap, semoga terus sehat y.. ^^

2 thoughts on “rutinan senin sore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s