A Piece of Story; Umar bin Abdul Aziz

Yap, saya ngefans dengan kedua Umar itu! Kali ini, mari kita mengenang sang Umar yang kedua (Khalifah Umar bin Abdul Aziz) lewat sepenggal kisahnya..

***

Saat itu ia menolaknya, menolak untuk menduduki jabatan yang diwariskan padanya itu; khalifah.. Namun apa daya namanya telah tertera dalam surat wasiat itu, surat wasiat sang khalifah Sulaiman bin Abdul Malik yang baru saja wafat.. yang sebelum meninggalnya telah memerintahkan seluruh menteri dan gubernurnya agar berbai’at setia pada isi surat wasiatnya. Lalu, apa daya sang Umar?

Hingga ia menangis sesenggukkan saat diangkat menjadi khalifah. Kepalanya ditekuk, dimasukkan ke dalam kedua lututnya sambil terisak.. Dalam tangis ia berucap;

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun.. Demi Allah, sungguh aku tidak pernah meminta hal ini sedikitpun, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan..”

Kenapa Engkau menangis sebegitunya wahai Umar? Sebegitu beratnyakah memikul amanah itu?

“Sesungguhnya aku telah diangkat sebagai khalifah untuk memimpin urusan umat Nabi Muhammad saw. Aku memikirkan nasib para fakir miskin yang sedang kelaparan dan tidak mendapat perhatian dari pemimpinnya. Aku juga memikirkan orang-orang sakit yang tidak mendapatkan obat. Aku memikirkan orang-orang yang tidak mampu membeli pakaian, orang-orang yang selama ini dizalimi dan tidak ada yang membela, mereka yang mempunyai keluarga yang banyak tapi hanya memiliki sedikit harta, orang-orang tua yang tidak berdaya, orang-orang yang menderita di pelosok negeri ini, dan sebagainya.

Aku sadar dan memahami sepenuh hati, bahwa Allah swt pasti akan meminta pertanggungjawaban dariku, sebab hal ini adalah amanah yang terpikul di pundakku. Namun aku ragu, apakah aku sanggup memberikan bukti kepada Allah swt, bahwa aku telah melaksanakan amanah itu dengan baik dan benar sesuai tuntutan Tuhanku. Atas dasar itulah, wahai istri dan anakku, sehingga aku menangis..”

Itulah yang ia katakan di depan anak dan istrinya saat ditanya sebabnya menangis. Ah, Umar.. betapa takutnya engkau pada Rabbmu.. hingga amanah ini menjadi begitu berat bagimu.. Dan memang, Rasulullah pun telah mengingatkan tentang betapa beratnya amanah sebagai seorang pemimpin, yang kata Rasulullah;

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya…”.

“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung.” (Riwayat Imam Bukhori).

“Siapa yang diberikan Allah kekuasaan mengurus urusan kaum Muslimin, kemudian ia tidak melayani mereka dan keperluan mereka, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya.” (Riwayat Abu Daud).

Yap, lelaki yang begitu amanah ini memang telah didoakan dan dimimpikan sejak lama. Jauh sebelum lelaki ini lahir, Umar bin Khattab pernah berdoa untuk diberikan keturunan yang shalih yang akan menjadi pemimpin bagi umat, ketika ia baru saja menikahkan anaknya dengan sang gadis yang begitu mempesona atas kejujuran dan keimanannya. Kita pasti ingat dengan cerita tentang sang gadis anak penjual gandum yang menolak perintah ibunya untuk mencampur barang dagangannya yang bagus dengan yang telah rusak, yang didengar oleh sang khalifah saat berpatroli di tengah malam.. Keturunan darinyalah sang Khalifah nan amanah ini..

Dan sang Umar bin Abdul Aziz yang terkisah memiliki bekas luka di kepalanya ini memang telah dimimpikan oleh Umar bin Khattab sebelumnya, yang katanya; “Sesungguhnya diantara anak (keturunan)ku ada seorang laki-laki yang wajahnya terdapat bekas (luka), yang akan menyinari bumi dengan keadilan”. Ialah lelaki yang pernah dijuluki Al-Asyajj (orang yang ada bekas luka di kepalanya) dari Bani marwan ini.. Lelaki hasil dari doa dan mimpi yang menyata.. Sang Khalifah Umar bin Abdul Aziz.. Masya Allah..🙂 *makin ngefans*

5 thoughts on “A Piece of Story; Umar bin Abdul Aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s