tentang Munir, apa kabar?

Ayahmu, Alief, seperti kami semua, tak takut akan gelap. Tapi ia cemas akan kelam. Gelap adalah bagian dari hidup. Kelam adalah putus asa yang memandang hidup sebagai gelap yang mutlak. Kelam adalah jera, kelam adalah getir, kelam adalah menyerah.

Ayah kalian terus-menerus melawan kekerasan itu, ketidakadilan itu. Tak pernah terdengar ia merasa letih. Mungkin sebab ia tahu, di tanah air ini harapan sering luput dari pegangan, dan ia ingin memungutnya kembali cepat-cepat, seakan-akan berseru, “Jangan kita jatuh ke dalam kelam!”

Tapi akhirnya tiap jihad akan berhenti, Alief. Mungkin karena tiap syuhada yang hilang akan bisa jadi pengingat betapa tinggi nilai seorang yang baik.

(sepucuk surat untuk Sultan Alief Allende dan Diva Suki Larasati, yang ditinggalkan ayah mereka)

pagi tadi, saya membaca tentang kenangan kejadian kematian Munir via akun twitter @fadjroeL yang meretweet dari @BudiSetyarso . cerita itu digambarkan begitu dramatis, menyebabkan saya meringis, menetes, ingin membaca lebih lanjut tentang kisahnya. hingga kemudian sy menemukan tulisan sepucuk surat diatas, dan sedikit cerita tentang kejadian kematian Munir.

ah, ya.. dan baru teringat bahwa ini sudah 8 tahun pasca kejadian. namun entah apa kabar itu ya penyidikan kasusnya.. jadi teringat adek2 mahasiswa yang sejak kemarin berteriak #menolaklupa akan kasus ini.. yap, memang seharusnya tak boleh dilupakan sebelum semuanya tuntas..

pasca membaca itu di pagi tadi, otak ini tetiba penuh.. banyak tanya akan mengapa dan kenapa.. kenapa Pak SBY yang berjanji menuntaskan kasus ini seakan lupa dengan janjinya.. kenapa sudah 8 tahun berlalu namun belum ada pula titik terang akan kasus ini? bagaikan sebuah puzzle raksasa, beberapa sudah terkumpul faktanya, namun tak jua utuh meski 8 tahun telah berlalu. sudah ada fakta bahwa BIN terlibat, namun kenapa juga tak jelas kebenarannya hingga kini? kenapa pula sang Pollycarpus yang jelas-jelas terlibat dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri setahun kemudian divonis tak bersalah oleh MA hingga ia bebas? lalu apa kabar pula dengan nama-nama hasil temuan tim pencari fakta kasus ini yang tak jua diproses apalagi dihukum? kenapa??

ahsudahlah,, terlalu banyak memang yang aku tak mengerti..😦

Tuan Presiden, para pembunuh Munir itu sekarang berkeliaran bebas di negeri ini. Sekarang mereka yakin, membunuh manusia itu sah bila hukum dapat dimanipulasi. Membunuh itu benar sepanjang fakta, kebenaran, hukum dapat direkayasa dan kekuasaan dominan melindunginya. Membunuh Munir sebagai duri politik adalah awal kecongkakan, lalu meracuni ruang publik dengan beragam versi kebenaran, kemudian mereka akan membunuh siapa saja, dengan alasan apa saja, di kemudian hari.

Tuan Presiden, mereka tidak sendirian. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 20 Desember 2005, menyatakan, “Pollycarpus melakukan perbuatan pidana turut melakukan pembunuhan berencana… dilakukan secara berkawan atau berkomplot (conspiracy) yang berakibat hilangnya jiwa orang lain.” Namun, Pollycarpus, menurut Mahkamah Agung, 4 Oktober 2006, tidak terbukti membunuh. Artinya, komplotan pembunuh Munir berkeliaran bebas di ruang publik, mengintip dan memilih korban berikutnya. Siapa tahu saya atau Anda, Tuan Presiden.

(Tuan Presiden, Tangkaplah Pembunuh Munir – Fadjroel Rachman)

2 thoughts on “tentang Munir, apa kabar?

  1. sampai saat ini sy masih belum mengerti.. kenapa presiden berjanji menuntaskan kasus? mengapa rakyat meminta presiden menuntaskan kasus? bukankah menuntaskan kasus adalah tugas hakim (lembaga kehakiman)?

  2. karena beliau pimpinan tertinggi negara kali ya.. maka disaat lembaga hukum tak lagi bisa menangani, beliau tetap harus bertanggung jawab atas hal ini, kan? cmiiw
    tq anw sudah mampir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s