Satu lagi; Perlunya Sistem Kolektif dalam Zakat

Dinukil dari E-Book “Dasar-Dasar Islam” Oleh Abul A’la Al Maududi Hal. 145

 

Saya telah menjelaskan perintah-perintah yang pokok tentang zakat. Tetapi di samping
itu semua, ada satu hal penting yang ingin saya bawa ke dalam perhatian anda, dan yang telah dilupakan oleh kaum Muslimin sekarang ini. 

Hal tersebut adalah bahwa dalam Islam segala sesuatu dilakukan dengan organisasi. Islam tidak menyukai individualisme. Apabila anda menjauhkan diri dari masjid dan mengerjakan solat sendirian, maka secara formal solat anda adalah benar, tetapi syari’at menuntut bahawa solat harus dikerjakan dengan berjema’ah. Sama halnya, memang tidak salah apabila anda memberikan zakat secara sendiri-sendiri. Tetapi bagaimana pun juga harus dilakukan usaha-usaha untuk memusatkan pengumpulan zakat agar supaya pembahagiannya dapat dilakukan dengan cara yang sistematik.

 Al-Qur’an menyebutkan tentang hal ini. Sebagai contoh:
“Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan
dan mensucikan mereka…” (Al-Qur’an, at-Taubah, 9:103)

Yakni, Allah memerintahkan kepada Nabi untuk mengumpulkan zakat dari kaum Muslimin. Perintahnya bukanlah agar kaum Muslimin mengambil zakat dari kekayaan mereka dan memberikannya kepada orang-orang miskin secara sendiri-sendiri. Demikian juga, dengan ditetapkannya satu bahagian tertentu dalam zakat untuk orang-orang yang mengumpulkannya, dengan jelas menunjukkan cara pengelolaan zakat yang benar, hal ini adalah supaya Imam dari kaum Muslimin dapat menerima simpanan zakat itu secara teratur dan membagi-bagikannya dengan cara sistematik.

Juga, Rasulullah saw mengatakan:
“Aku telah diperintahkan untuk mengumpulkan zakat dari orang-orang kaya di antaramu dan membagi-bagikannya di antara orang-orang miskin di antaramu”.

Rasulullah saw dan para khalifah penggantinya mengelola zakat menurut sistem ini.
Zakat dikumpulkan oleh pegawai pemerintah Islam dan dibagi-bagikan dari pusat.

Kerana pada saat ini tidak ada pengaturan untuk mengumpulkan zakat dan membagibagikannya dengan cara sistematik, maka anda dapat melaksanakannya sendiri-sendiri sesuai dengan syari’at. Tetapi ummat Islam wajib memikirkannya secara kolektif untuk menerima dan membagi-bagikan zakat, kerana tanpa sistem kolektif yang sistematik maka manfaat-manfaat diwajibkannya zakat akan tinggal tidak lengkap.

 

*Email sharing from Farid Septian, haturnuhun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s