catatan perjalanan #1

Kita selalu suka dengan perjalanan bukan? karena perjalanan itu menyembuhkan.. (@rizkuna)

ya, perjalanaan, kemanapun ia, selalu menyenangkan.. melihat serta menjejakkan kaki di bagian bumi Allah ‘yang lain’ itu menjadi sesuatu yang selalu saya ingin lakukan lagi dan lagi.. sebenernya, kalo dihitung-hitung, saya bukan orang yang sering ‘jalan-jalan’ juga sih. tempat paling jauh yang pernah saya datangi itu baru Bali memang. semoga next time diberi kesempatan menjejakkan kaki lebih luas lagi..

tapi saya baru menyadari betapa berharganya sebuah perjalanan itu pada momen kemarin; minggu-senin.  padahal, minggu saya hanya jalan-jalan di bogor, dan seninnya saya hanya ke bandung (itu pun untuk urusan kerjaan). betapa bukan pertama kalinya saya ke dua kota itu, tapi terasa sangat berkesan entah kenapa. jadi berazam untuk melakukan perjalanan lebih sering lagi,, juga menikmati setiap detik momen perjalanan itu..

minggu ~ bogor, jelas itu domisili kedua saya. maka seharusnya itu jadi hal yang biasa kan. tapi ini tidak.. mungkin, karena sudah lama saya tidak jalan-jalan di sana. maka, sekedar lari pagi di komplek cimanggu, jalan-jalan dengan menggunakan motor di malam hari sambil kuliner tutut, silaturahim ke rumah beberapa sahabat, berkisah-bercerita dengan saudari2 terbaik, serta duduk di dalam commuterline sambil memandangi hujan di stasiun bogor serta awannya nan kelabu dengan mulut mengunyah klapertart itu sungguh saya nikmati detik demi detiknya, rasanya semacam syahdu dan damai di setiap momen kesendiriannya, serta penuh energi dan dihujani indahnya ukhuwah di setiap momen kebersamaannya..

kemudian senin, bersubuh ria saya berangkat ke kantor.. berharap setengah enam sudah sampai ke bilangan kebun sirih itu. dan setibanya di perempatan sabang, saya sudah disambut dengan border polisi menutup jalan kebon sirih.. ah, ya! hari itu pelantikan jokowi.. dan saya pun jalan kaki dari situ ke kantor sambil menikmati pagi.. dari depan kantor saya lihat ratusan polisi berbaris di depan gedung dprd.. nampaknya memang akan ramai sekali pelantikan hari itu.. sayang saya tak bisa ikut menikmatinya, karena setelah itu saya harus meluncur lagi ke bandung bersama pak naharus dan mas asep driver.. dan sungguh, perjalanan yang menyenangkan.. perjalanan pagi itu diawali dengan diskusi seru bersama pak naharus tentang aktivis masa kini.. lalu ke tujuan utama kami; kimia farma apotek di daerah margacinta yang sejuk.. setelah itu pak naharus mengajak kami ke itb untuk sholat zuhur dan makan siang..

saya senang sekali bisa ke salman ini, ini salah satu tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. satu hal yang menarik dari salman menurutku adalah nuansa akademisnya yang terasa, di selasar masjid, mata saya menemukan banyak sekali mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas atau belajar, entah sendiri atau berkelompok.. bahkan saya juga menemukan perempuan-lelaki sedang mengerjakan tugas bersama (wow, kalo di alhur udah diteriakin endah kali ya,, #eh). hal menarik lain, sebelum masuk masjid, mata saya menemui dua air minum gratis (satu untuk ikhwan, satu lagi untuk akhwat). jadi, banyak orang yang sedang isi ulang botol minumannya, atau minum dari sana dengan menggunakan cangkir yang memang sudah disediakan. ini buat mahasiswa bermanfaat sekali rasanya ya..😀

dan ketika masuk ke dalam, saya senang sekali dengan lantai kayunya, meski lebih adem di al-hur (menurutku), lantai kayu tetap menjadi kelebihan tersendiri untuk masjid ini. sepanjang mata memandang, aku menemukan 2 kelompok halaqoh di tengah masjid, serta beberapa mahasiswa yang sedang belajar ataupun istirahat sejenak (tidur),, cukup ramai memang suasana di sana saat itu. setelah sholat, saya diajak makan di kantin deket salman, hal menarik di sini adalah ada dua jalur untuk pengambilan makanan, yaitu antrian ikhwan, dan antrian akhwat.. dan makanannya pun sangat beragam, dengan harga yang relatif murah sesuai dengan kantong mahasiswa.  setelah itu, saya sedikit berjalan-jalan ke sekeliling, ke perpustakaan, kemudian mengintip aktivitas rumah amal itb (lembaga zakat dan wakafnya), serta sekedar memandangi dan mengamati sekitar. sayang sekali kamera dslr yang saya bawa saya tinggal di mobil, jadi tak sempat foto-foto di sini. intinya, saya senang sekali bisa mampir ke sini, meski hal-hal yang saya lakukan di sini sangat sederhana; sekedar makan siang dan mampir sholat..

dan semoga, jogja atau bromo di akhir tahun ini atau awal tahun depan.. aamiin.. ^^

ya.. perjalanan, kemanapun ia.. selalu bisa menyegarkan -mengisi -membahagiakan -menyembuhkan; mata -pikiran -hati -jiwa.. maka semoga, meluasnya jarak jelajah kaki kita ini berefek pula kepada meluasnya jarak pandang mata hati ya..🙂

8 thoughts on “catatan perjalanan #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s