Sekedar ricauan tentang Gaza

“Kami mendukung penuh hak Israel dalam mempertahankan diri dari rudal-rudal yang mendarat di rumah-rumah dan tempat kerja, yang berpotensi membunuh warga sipil. Tidak ada negara yang menolerir rudal yang menghujani warganya,” (Obama dalam konferensi pers di Bangkok, dilansir Business News, Minggu 18 November 2012)

Satu dibalas ratusan.. 3 nyawa dibalas puluhan nyawa.. Invasi – penjajahan dibilang konflik.. Pembantaian dibilang perlindungan.. Ah, jadi penuh tendensi deh ini saya nulisnya.. Duhai dunia, kita ini kenapa??

Satu hal lagi yang buat saya geregetan. Bahwa masih banyak orang di luar sana yang berharap PBB bertindak. Atau berharap AS menggunakan hak vetonya untuk membela. Hey, ingatkah sejarahnya?.. Bukankah AS adalah ‘Ibunya’ Israel? sedang PBB adalah ‘Bidannya’? Tak ingat? Sini sini saya bantu mengingat..

Ingatkah, pada perang Dunia I, saat di akhir perang disepakati bahwa wilayah Palestina menjadi tanah bersama Inggris dan Prancis. Lalu Inggris melalui Ratu Elizabeth mengizinkan ‘pembuatan tanah air’ di Palestina oleh Yahudi melalui perjanjian Balfour (1917). Dan Inggris melalui LBB (PBB jaman dulu) mengeluarkan ‘Mandate for Palestine’ untuk melegalkan migrasi para Yahudi ke Palestina. Maka awal bencana pun dimulai. Eksodus bangsa Yahudi pun terjadi dan pembantaian kaum muslimin di Palestina dimulai.

Kemudian pasca Perang Dunia kedua, hegemon dunia diambil alih AS dari Inggris. LBB diganti menjadi PBB, dan dijadikan alat pula untuk melegalkan Israel. Hingga pada tahun 1947, PBB secara resmi dan legal membagi tanah palestina 55% utk israel dan 45% utk Muslim. Tak cukup itu, setahun kemudian dideklarasikanlah kemerdekaan Israel yang diakui serta dilindungi PBB maupun Amerika.

Begitulah Israel, erat dengan sang hegemon AS. Sampai kapanpun, sang anak akan selalu dibela oleh orang tuanya. Maka bebaslah ia melakukan apapun sesukanya. Media dipuntir. Otak dicuci. Nyawa diregang semaunya.. Lagian kenapa juga sih, harus ada hegemon di dunia ini? Argh..

Dan kita? Berkali; merutuk, menangis, mendoa. Saat tau, mendengar, melihat mereka satu per satu syahid dibantai dalam invasi keji. Tapi juga berkali melakukan hal yang sama saat kejadian berulang. Tanpa bisa berbuat lebih. Tanpa bisa mencegah pengulangan kekejian terjadi. Sampai kapan? Tak bisakah kita berbuat lebih?

Maka, mari berkonkrit ria; sekedar menyisihkan infak terbaik kita, juga memboikot produk Israel sebisa kita, serta tak lupa mendoa sekuatnya.. memang itu yang baru kita bisa lakukan.. Maafkan kami, duhai Palestina..

*ah, sekedar ricauan yang tendensius memang.. maafkan.🙂

2 thoughts on “Sekedar ricauan tentang Gaza

  1. Pernah denger versi lain dari hubungan kedua ‘insan’ itu?
    Israel-lah ibunya. AS tengah berbakti pada orang tuanya. Selayaknya anak berbakti, apapun keinginan orang tua akan dipenuhi. Sedangkan PBB adalah menantu baik hati bagi Israel.
    hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s