percepción

sadar atau tidak, suka tidak suka, kita hidup dalam lingkaran penilaian – penilaian dari orang lain. A menilai kita begini. B menilai kita begitu. C menilai kita berbeda lagi. mana yang benar? entah. tidak tahu. bahkan penilaian kita atas diri kita sendiri pun belum tentu benar. belum pasti tepat. sebab penilaian kita atas diri seringkali dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap apa yang dikatakan orang lain tentang kita.

tapi buat saya, terserah. saya bahkan lupa kapan terakhir kali saya mempedulikan penilaian orang lain atas diri saya. yasudah. kalian bebas menilai saya dengan persepsi masing-masing. semua orang berhak menilai atas penglihatannya masing-masing. dan saya menghargai itu. saya hanya ingin bilang, bahwa penglihatan manusia amat terbatas. sungguh banyak hal yang tak terlihat dibalik apa-apa yang kasat mata itu.

tapi saya yakin semua orang pernah mengalami ini. (*sotoy :p)

bahwa ada kalanya, kita dinilai rendah oleh orang lain. dengan berbagai sebab. entah dengan alasan sudut pandang ataupun keterbatasan penglihatan mata. as we know, seorang manusia tentu punya sisi kuat-lemah. bahwa ketika dia lemah pada satu hal, tentu dia punya kekuatan pada hal yang lain. maka, kalo buat saya, hal yang begini sih bisa dicuekin. tinggal dibuktikan saja, bahwa kita tidak serendah – seburuk – sejelek yang mereka lihat dan sangkakan. selesai perkara.

namun ada kalanya pula, orang lain menilai kita dengan ekspektasi yang begitu tinggi. saking tingginya, seringkali menimbulkan rasa ngeri. sedang kita merasa tidak layak atas penilaian itu. bahwa kita merasa kita belum pada kapasitas itu. ini yang berat. saya pernah hampir merasa tertekan atas hal ini. sampai kemudian saya sadar bahwa hal ini sangat membangun. membantu meningkatkan konfidensi kita atas diri. serta memacu  diri untuk meningkatkan kapasitas serta berbuat yang terbaik mengejar ekspektasi yang terasa begitu tinggi itu. hingga pada akhirnya kita tersadar bahwa kita bisa melewati semuanya meski tak sempurna. dan hal ini akan menampar kita, bahwa sesungguhnya kita bisa jika mau belajar, dan potensi kita bisa saja lebih dari ekspektasi yang kita anggap tinggi tadi.

memang sih, penyikapan atas kedua hal tadi sungguh tergantung dari tingkat konfidensi kita sedang ada di titik mana. semua pasti akan terasa berat jika tingkat konfidensi kita sedang ada di titik rendah. tapi semuanya bisa membangun kok. pada akhirnya, kita akan berterimakasih atas penilaian-penilaian orang lain itu. rendah – tingginya pun tak akan berpengaruh lagi pada akhirnya.

maka semoga, naik – turunnya fase hidup ini, dinamika tinggi – rendahnya penilaian orang lain atas kita ini, menyadarkan diri. bahwa sesungguhnya apa-apa yang kita lakukan haruslah yang terbaik. terbaik di mata Rabb kita. hingga kita tak perlu berlelah atas bagaimanapun penilaian manusia. sebab satu-satunya alasan kenapa kita perlu peduli penilaian orang lain adalah bahwa kita wajib menjaga izzah dan iffah diri sebagai seorang muslim. hanya itu rasanya. entahlah. Allahua’lam bishawab.

*haduh, ngoceh apa sih ini gue? #random #abaikan :p

8 thoughts on “percepción

  1. Baru baca ini.
    Yess,mbak. Agree!🙂
    timingnya tepat banget sama pikiran saya yang sedang berudek2 di situ. tengkyu,^^

    • ketika Allah membimbingku mempublish tulisan random-abstrak ini dan tetiba itu terasa pas buatmu, ya berarti kita berjodoh, eye..😉 toh tulisanmu juga sering berjodoh buatku.. makasih yaa🙂

    • pak? eh emang beliau angkatan berapa sih mb?😀
      iyaa, itu eye-nie mba. eye, ini mb.dude lho.. coba itu kalian saling mengunjungi blog masing2.. *reuni al.iffah di blog ini mah ya judulnya*
      kalo kata aini ; “semoga kita semua berjodoh sampe ke surga yaa :’)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s