Teori Jejeran Buku

Day 4 #30HariMenulis

Jika di sebuah rumah kamu menemukan buku-buku filsafat, fisika, revolusi dan kaset-kaset musik klasik, sudah jelas, penghuni rumahnya pasti “orang berbahaya”, terutama jika buku dan kaset itu dalam keadaan berserakan. Bisa dipastikan si penghuni rumah itu orang yang logis dan kaya perspektif. Hati-hati.

Namun, jika buku-buku itu tertata rapi dan bersih sekali, abaikan saja. Orang itu pasti tak berbahaya, karena bisa jadi dia hanya tukang pamer. Dia hanya ingin menggertakmu dengan barisan bukunya yang berjejer rapi seperti prajurit. Karena itu, nasihatku sekali lagi, abaikan saja!

(Budiman Sudjatmiko, dalam Anak-Anak Revolusi 1, halaman 236)

Saya nyengir waktu baca bagian ini. Jleb banget rasanya.😀 Terlepas dari jenis buku yang ia sebutkan, Budiman Sudjatmiko mengingatkan saya untuk tak hanya mengoleksi buku-buku lalu menjejernya dengan rapi dalam rak bersama koleksi buku kita yang lainnya. Tapi, bacalah semuanya, ambil pelajaran darinya.

Seringkali, kehausan kita akan sebuah buku berhenti setelah kita membeli, membuka sampulnya, lalu membacanya beberapa halaman. Kemudian ingin membeli buku lainnya meski buku sebelumnya belum habis dibaca. Dan menjadikan aktivitas yang padat sebagai kambing hitam. Ah.. >.<

So, mari lebih rajin membaca!

#notetomyself

Posted from WordPress for Android

2 thoughts on “Teori Jejeran Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s